Raih apa yang kau inginkan dengan memberi

25 11 2009

Dua anak kecil, kakak adik, tampak sibuk di sebuah pojok pekarangan rumah. Salah satu dari mereka terlihat menelungkup seperti mengambil sesuatu dari balik lubang kecil. Sementara yang satunya lagi begitu serius memperhatikan sang kakak. Sambil sesekali ikut melongok ke arah lubang, tangan kanannya tetap erat mencekal ranting kecil.

“Dapat, Kak?” ujar sang adik menampakkan wajah penasaran.

“Belum, Dik. Lubangnya dalam sekali!” jawab sang kakak yang masih ingin mencoba merogohkan tangannya lebih dalam ke pangkal lubang.

Rupanya, dua anak itu sedang berusaha mengambil sebuah bola pimpong yang masuk ke lubang. Tibalah giliran sang adik mengorek-ngorek lubang dengan rantingnya. Ia berharap, bola pimpong bisa tersangkut di ujung ranting dan tercungkil keluar lubang. Tapi, selalu saja ia gagal.

Di tengah kebingungan itu, seorang ibu menghampiri mereka. Ia melongok-longok mencari tahu apa yang sedang dilakukan dua anaknya dengan sebuah lubang. Tak lama kemudian, sang ibu pun mengangguk pelan.

“Belum berhasil, Nak?” tanya sang ibu sambil memberikan isyarat kehadirannya.

“Belum, Bu. Lubangnya dalam sekali!” ujar kedua bocah itu memperlihatkan keputusasaan.

“Nak,” ujar sang ibu sambil memegang dua pundak anak-anaknya. “Coba kau isikan air ke lubang. Insya Allah, lubang akan memberikan kalian bola!”

***

Mencari solusi dalam problematika hidup mungkin tak ubahnya dengan upaya mengeluarkan sesuatu yang kita inginkan dari dalam lubang yang dalam dan gelap. Butuh cara bijaksana agar yang kita inginkan bisa kita dapatkan dengan mudah.

Sayangnya, tak semua kita mampu bijaksana menyikapi lubang problematika hidup tersebut. Tak banyak yang memahami bahwa mencari solusi dari masalah tidak melulu dengan upaya ingin mendapatkan sesuatu. Tapi justru dengan semangat memberi. Dari memberi itulah, ia mendapatkan sesuatu yang diinginkan.

Tepat sekali apa yang diucapkan sang ibu kepada dua anaknya, “Penuhi lubang dengan air, ia akan memberimu bola!”





syukuri apa adanya

25 11 2009

Suatu hari datanglah seorang pemuda kepada seorang bijak, dandanannya rapi dan elegan. Sekilas terlihat ia seperti kaum executive muda. Setelah masuk ke rumah iapun berbicara dengan tenang dan tertata. Setelah berbasa-basi sebentar iapun mulai mengutarakan maksud sebenarnya ia datang ke orang bijak tersebut.

”Bisnis yang saja jalani bertahun-tahun, tiba-tiba akan ambruk dalam waktu beberapa bulan ini pak ?” cerita si pemuda.

”Kenapa ?”

”Banyak faktor, penyebabnya namun secara umum terjadi salah manajemen.” jawab singkat si pemuda.

”Dandanan masih perlente gini, penampilan tenang…wah..wah…”, celoteh orang bijak.

”Jangan begitu pak…..di tengah arah kebangkrutan ini, saya mulai membenahi semua divisi perusahaan saya, namun sampai dengan saat ini belum ada tanda – tanda yang signifikan untuk merubah keadaan.” si pemuda mulai bercerita.

”Berapa kira – kira kerugian kamu, bila perusahaanmu gulung tikar ?” balik orang bijak bertanya.

”Kira – kira kurang lebih lima milyar pak, ini sudah saya hitung semua asset saya yang ada saya jual.”, jawab si pemuda.

”Begini…kamu bilang semua asset yang kamu jual tidak bisa menutup semua kerugian yang menimpamu, bahkan masih defisit lima milyar ? tanya orang bijak.

”Betul pak.” jawab si pemuda.

”Sekarang mari kita lihat, seandainya kamu punya mata saya tukar dengan satu milyar kamu mau tidak ?” tanya orang bijak.

”Ah…yang benar saja pak, ya tidak akan mau pak.” jawab si pemuda.

”Baik…kalo tangan kamu saya tukar dihargai satu milyar ?” tanya orang bijak.

”Jelas saja, ga pak.” jawab si pemuda.

”Oke…sekarang kalo gini, kamu lihat orang gila ….., seandainya otak kamu saya tukar dengan sepuluh milyar, kamu mau ?” tanya orang bijak.

Mendengar pertanyaan tersebut, si pemuda mulai mengetahui arah pertanyaan orang bijak.
”Jelas saja, saya tidak mau pak. Kalau boleh saya simpulkan berarti dalam diri saya masih bernilai lebih dari sepuluh milyar pak, jauh lebih tinggi dari kerugian yang kemungkinan saya derita.” jawab si pemuda.

”Ya…, kamu bilang semua asset kamu jual tidak bisa menutupi semua kerugianmu, padahal Allah jelas – jelas memberimu begitu banyak, namun penglihatanmu seolah buta. Orientasimu hanya materi dunia semata, sedangkan nikmat yang begitu besar tidak bisa kamu lihat. Itulah mengapa dalam Al Qur’an Surat Saba : 13, Allah berfirman,”Dan sedikit sekali dari hamba-hambaKu yang bersyukur”” jawab orang bijak.

Mendengar jawaban orang bijak tersebut, pemuda itupun agak termenung sejenak, ia mulai memikirkan kata – kata terakhir yang terucap dari orang bijak tersebut. Dalam hati kecilnya iapun membenarkan yang dikatakannya. Ia menemukan kata kunciya, ”bersyukur…syukuri apa yang ada…”





Ribuan Warga Syi’ah Wuquf di Karbala

25 11 2009

 

 

Rabu, 25/11/2009 13:22 WIB
Sumber-sumber berita resmi Irak menyatakan bahwa ribuan warga Syi’ah dari Iran dan negara-negara Teluk melaksanakan wuquf di Karbala, sebagai pengganti wuquf di Arafah, Selasa (23/11).

Najah Al-Balaghi, Kepala Administrasi Bandara Nejef, menyampaikan, “Ribuan pengikut Syi’ah datang dari negara-negara Teluk dan Iran untuk berpartisipasi dalam kunjungan Arafah di makam Imam Husain di Karbala, Selatan Baghdad.” Ia menambahkan, ” Dalam minggu ini jumlah mereka mencapai 6.235 dari Teluk dan sekitar 7.000 orang dari Iran.”

Al-Balaghi juga menegaskan bahwa jumlah pengunjung ini akan bertambah, menunggu pesawat yang bisa membawa mereka ke Nejef. Dalam sehari rata-rata ada penerbangan berasal dari Dubai, Bahrain, Lebanon dan Suriah setelah sebelumnya hanya ada dua kali penerbangan dalam seminggu. Penerbangan ke Teheran dan Masyhad (lokasi syahidnya Husain) dari satu sampai empat kali penerbangan dalam seminggu.

Tokoh Referensi Syi’ah, Huda Ahmed, Wakil dari Mursyid Ali Khamenei, dari kota Masyhad menyerukan untuk menjadikan Masyhad itu sebagai kiblat kaum muslimin, menggantikan kota Mekah. Dia juga mengajak untuk meninggalkan rukun Islam kelima yaitu haji ke Baitullah.

Perwakilan Khamenei ini menyatakan bahwa “Makam Imam Ridha berada di Masyhad, maka ia pun menjadi tempat yang tepat bagi seluruh umat Islam. Sementara tempat-tempat lain, telah menjadi tawanan orang-orang yang sombong.” Ia menambahkan, “Tanah Hijaz telah menjadi tawanan kelompok Wahabi,” .

Huda menunjukkan bahwa Masyhad ini setiap tahun dikunjungi oleh 800 ribu pengunjung dari luar negeri dan dan 20 juta pengunjung dari dalam negeri Iran sepanjang tahun.. Ia mengklaim bahwa Masyhad adalah ibukota spiritual dan keagamaan, bahkan sebelum adanya makam Imam Ridha, imam Syi’ah yang kedelapan, di dalamnya.

Iran Ingin Mengontrol Tempat-tempat Suci di Arab Saudi

Ahli Strategi Mesir dan mantan panglima perang, Hussam Sweilem mengungkapkan bahwa, Iran ingin mengontrol tempat-tempat suci di Arab Saudi. Ia menyatakan, bahwa usaha “tashdir tsaurah” (ekspor revolusi) Iran memiliki departemen tersendiri di Kementerian Luar Negeri Iran yang bekerja secara sistematis. Mereka telah masuk ke Eritrea yang miskin, dan sedang menuju ke gerbang laut merah yang mengontrol terusan Suez. Dari sini Iran dapat mengancam Yaman dan Arab Saudi dan meneruskan persenjataannya ke Sudan dan Mesir. Oleh karena itu ia membuat sebuah pangkalan militer dan kilang minyak di Eritrea.”

Husam menambahkan, “Kami tahu apa yang harus dilakukan Houthi di Yaman dekat perbatasan Saudi-Yaman untuk melayani Iran dan mewujudkan tujuannya dalam mengendalikan tempat-tempat suci di Arab Saudi.”

Seorang Peneliti Arab Saudi yang berada di Inggris, Aid Bin Saad Al-Dusari, sebelumnya telah membongkar adanya usaha untuk mengotori Ka’bah dengan darah para jamaah haji untuk memunculkan “Imam Mahdi” versi Syi’ah.

Al-Dusari juga menjelaskan, serangan Syi’ah ini adalah bagian dari persiapan untuk revolusi Mahdi dan pembebasan Mekah dan Madinah dari “orang musyrik,” menurut mereka

 

 

 

from: eramuslim.com





Iblis Terpaksa Bertamu Kepada Rasulullah SAW

12 11 2009

satandari Muadz bin Jabal dari Ibn Abbas:

Ketika kami sedang bersama Rasulullah SAW di kediaman seorang sahabat Anshar, tiba – tiba terdengar panggilan seseorang dari luar rumah: “Wahai penghuni rumah, bolehkah aku masuk..? Sebab kalian akan membutuhkanku. “

Rasulullah bersabda:”Tahukah kalian siapa yang memanggil?”

Kami menjawab: “Allah dan rasulNya yang lebih tahu.”

Beliau melanjutkan, “Itu Iblis, laknat Allah bersamanya.”

Umar bin Khattab berkata: “izinkan aku membunuhnya wahai Rasulullah

Nabi menahannya: “Sabar wahai Umar, bukankah kamu tahu bahwa Allah memberinya kesempatan hingga hari kiamat? Lebih baik bukakan pintu untuknya, sebab dia telah diperintahkan oleh Allah untuk ini, pahamilah apa yang hendak ia katakan dan dengarkan dengan baik.”

Ibnu Abbas RA berkata: pintu lalu dibuka, ternyata dia seperti seorang kakek yang cacat satu matanya. di janggutnya terdapat 7 helai rambut seperti rambut kuda, taringnya terlihat seperti taring babi, bibirnya seperti bibir sapi.

Iblis berkata: “Salam untukmu Muhammad,… . salam untukmu para hadirin…”

Rasulullah SAW lalu menjawab: Salam hanya milik Allah SWT, sebagai mahluk terlaknat, apa keperluanmu?”

Iblis menjawab: “Wahai Muhammad, aku datang ke sini bukan atas kemauanku, namun karena terpaksa.”

” Siapa yang memaksamu?”

Seorang malaikat dari utusan Allah telah mendatangiku dan berkata:

“Allah SWT memerintahkanmu untuk mendatangi Muhammad sambil menundukkan diri.beritahu Muhammad tentang caramu dalam menggoda manusia. jawabalah dengan jujur semua pertanyaannya. Demi kebesaran Allah, andai kau berdusta satu kali saja, maka Allah akan jadikan dirimu debu yang ditiup angin.”

oleh karena itu aku sekarang mendatangimu. Tanyalah apa yang hendak kau tanyakan. jika aku berdusta, aku akan dicaci oleh setiap musuhku. tidak ada sesuatu pun yang paling besar menimpaku daripada cacian musuh.” Baca entri selengkapnya »





Romania : Madrasah “Online” untuk Belajar Islam

12 11 2009

romKian tingginya mileu masyarakat Romania untuk mengetahui dan belajar lebih jauh menjadikan tiga orang da’i muda di negara Eropa Timur itu untuk mendirikan “madrasah online”. Syiar “bagaimana kita belajar Islam” telah menggerakkan mereka untuk mendirikan pusat kajian dan pembelajaran ilmu-ilmu keislaman di jejaring dunia maya.

Karim Ancin, ketua Organisasi Muslim Romania yang juga salah seorang penggagas dan pendiri “madrasah online” menyatakan, media dan “madrasah” yang didirikannya di dunia maya ini terbilang yang pertamakalinya di Romania dan dalam bahasa Romania (salah satu rumpun bahasa Latin/Romanik).

“Ini merupakan madrasah Islam secara online di internet. Kami menyuguhkan kesempatan bagi para generasi muda Romania untuk dapat mengenal dan belajar Islam,” kata Ancin.

Dengan adanya madrasah online ini, rakyat Romania dan siapapun yang menggunakan bahasa Romanik dapat belajar ilmu-ilmu keislaman di dalam rumah mereka dan dengan bahasa mereka, dengan sistem dan kurikulum yang tersistematis dan terpadu.

Ancin mengatakan, ada dua hal utama yang menggerakkannya untuk mendirikan madrasah online ini.

“Pertama, tidak adanya sekolah, madrasah, institut, dan universitas di Romania yang menyediakan layanan pelajaran ilmu-ilmu keislaman secara luas. Jangankan untuk umat non-Muslim di negeri ini, bagi umat Muslim-nya pun belum ada,” katanya.

“Kedua, sekalipun nanti didirikan sebuah madrasah atau pusat belajar Islam, maka itu nanti akan terbatasi oleh faktor geografis, tidak dapat menjangkau secara luas,” tambahnya.

Karena itulah, lanjut Ancin, umat Muslim di Romania lebih memilih untuk belajar Islam lewat internet melalui situs-situs asing. Tentu saja, hal ini akan banyak menimbulkan spekulasi dan resiko. Misalnya, banyaknya situs-situs keislaman berhaluan ekstrim, atau situs keislaman yang kurang selaras dengan prinsip ahlussunnah wal jama’ah yang moderat.

Dengan berdirinya madrasah online ini, diharapkan umat Muslim Romania dapat lebih jauh lagi menimba air mata keilmuan Islam secara lebih luas dan dalam lagi, serta memberikan kesempatan bagi pihak non-Muslim untuk bisa mengenal dan mempelajari Islam secara lebih baik





Rabbi Israel: Bunuh Saja Anak-Anak dan Bayi Non-Yahudi

10 11 2009

Selasa, 10/11/2009


Sebuah buku telah dikeluarkan oleh seorang rabbi Yahudi yang memberikan izin untuk membunuh orang-orang non-Yahudi, termasuk bayi dan anak-anak, yang dapat menimbulkan potensi yang sebenarnya atau ancaman kepada orang Yahudi atau Israel.

“Memang dibolehkan untuk membunuh orang di kalangan non-Yahudi bahkan jika mereka tidak bertanggung jawab atas situasi yang mengancam,” Rabi Yitzhak Shapiro, yang mengepalai Yosef Od Chai Yitzhar Yeshiva di pemukiman di Tepi Barat yang diduduki, menulis dalam bukunya ” The King’s Taurat. “

Dia berpendapat bahwa ghoyim (non-Yahudi) akan dibunuh jika mereka mengancam Israel. “Jika kita membunuh seorang non-Yahudi yang telah berdosa atau telah melanggar salah satu dari tujuh perintah –karena kita peduli tentang perintah-perintah—tidak ada yang salah dengan pembunuhan.”

Shapiro, yang merupakan seorang kepala sekolah Talmud pada dekat Nablus, mengklaim bahwa maklumatnya “sepenuhnya dibenarkan oleh Taurat dan Talmud.” Maklumat Anti-Ghoyim ini tampaknya datang dalam menanggapi penangkapan oleh polisi Israel teroris Yahudi yang mengakui telah membunuh dua gembala Palestina di Tepi Barat.

Seperti diketahui, banyak orang Palestina tak berdosa juga telah dibunuh dengan darah dingin oleh Yahudi. Pada tahun 1994, Baruch Goldstein, seorang Yahudi terkenal teroris, membunuh 29 muslim jamaah Masjid Al-Ibrahimi di Tepi Barat kota al-Khalil, padahal mereka semua tengah melaksanakan shalat.

Orang Non-Yahudi Bukan Manusia

Maklumat kontroversial itu ternyata didukung oleh banyak rabi yang berafiliasi dengan kamp agama nasional serta seminari Talmud di Yerusalem Barat, yang dikenal sebagai Merkaz Ha’rav. Di antara para rabi yang telah terbuka mendukung dekrit ini adalah Yitzhak Ginsburg dan akov Yosef.

Ginsburg telah menulis selebaran yang memuliakan Goldstein dan menyebutnya “tokoh suci.” Tinjauan Shapiro mengenai bagaimana Palestina dan non-Yahudi secara umum diperlakukan sesuai dengan hukum agama Yahudi (halacha) secara luas dipandang sebagai arus utama yang mewakili, bukan pengecualian di Israel.

Selama serangan Israel terhadap Gaza awal tahun ini, Mordecahi Elyahu, salah satu tokoh rabbi terkemuka di Israel, mendesak tentara untuk tidak menahan diri dari membunuh musuh anak-anak dalam rangka untuk menyelamatkan nyawa tentara Israel. Dia bahkan mengajukan petisi kepada pemerintah Israel untuk melaksanakan serangkaian pemboman pusat penduduk Palestina di Gaza.

“Jika mereka tidak berhenti setelah kita bunuh 100 orang, maka kita harus membunuh seribu. Dan jika mereka tidak berhenti setelah kita membunuh seribu, maka kita harus membunuh 10.000. Jika mereka masih tidak berhenti, kita harus membunuh 100.000, bahkan sejuta. Apa pun yang diperlukan untuk menghentikan mereka. “

Menurut Israel Shahak, penulis buku “Jewish History, Jewish Religion: the Weight of Three Thousand Years,” istilah manusia dalam hukum Yahudi semata-mata hanya mengacu kepada orang Yahudi. Banyak rabbi ortodoks Yahudi, khususnya dalam sektor keagamaan nasional, melihat konvensi internasional yang disengaja membolehkan pembunuhan warga sipil dan perusakan rumah-rumah dan harta benda sipil lebih mewakili “moral Kristen” bukan berasal dari Yahudi.

Pada tahun 2006, Dewan Rabbi Pemukiman Yahudi di Tepi Barat mendesak tentara “untuk mengabaikan moral Kristen dan memusnahkan musuh di utara (Lebanon) dan selatan (Jalur Gaza). Hal seperti ini jelas-jelas rasis dan penuh kebencian, dan itu tidak ada penolakan sama sekali baik di kalangan kaum intelektual maupun di masyarakat Israel pada umumnya.

 

 

 

from: www.eramuslim.com





Departemen AS : Israel Bukan Masyarakat yang Toleran

9 11 2009

CB015977Kirim Surat kabar harian Israel Haaretz, melaporkan bahwa menurut laporan terbaru dari Departemen negara AS, Israel telah gagal memenuhi semua persyaratan dari sebuah masyarakat yang pluralistik toleran. Laporan tersebut juga menambahkan bahwa Israel tidak cukup menunjukkan sikap yang toleransi terhadap masyarakat minoritas, dan tidak menerapkan kesetaraan bagi kelompok-kelompok etnis yang lain, serta tidak memperlihatkan keterbukaan masyarakatnya dan tidak memiliki rasa hormat terhadap tempat-tempat suci dan tempat bersejarah lainnya, seperti dilaporkan Haaretz. Laporan tersebut ditulis oleh Biro Demokrasi, Hak Asasi Manusia dan Tenaga Kerja AS. Hal ini menunjukkan bahwa Israel melakukan tindakan diskriminasi terhadap umat Islam, umat dari sekte Saksi Yehova, Kristen, perempuan, Badui, dan bahkan terhadap Yahudi yang pro Reformasi. Laporan ini juga menyatakan bahwa meskipun Israel telah memiliki hukum di tempat itu sejak tahun 1967 tentang perlindungan bagi semua tempat suci di Yerusalem, dan masih berlaku untuk perlindungan terhadap situs-situs bersejarah Yahudi namun hal itu tidak berlaku terhadap situs suci lain yang dianggap suci oleh umat lain. Lebih lanjut Haaretz melaporkan bahwa semua 137 situs secara resmi diakui suci oleh kaum Yahudi, namun mereka mengabaikan beberapa tempat-tempat suci umat Muslim dan Kristen, oleh karena itu, tempat-tempat suci non-Yahudi harus tunduk pada eksploitasi dari Otoritas Israel dan pengusaha real estat Israel. Tindakan diskriminasi bahkan mencapai lebih dari 300.000 imigran yang diduga Yahudi namun tidak diakui Yahudi oleh rabi-rabi hukum yahudi Israel, karena itu mereka tidak bisa menikah atau bercerai di negera Israel, dan tidak dapat dimakamkan di pemakaman yahudi.

 

from:www.eramuslim.com





Milyuner AS Yang Juga Pengacara Michael Jackson Masuk Islam

5 11 2009

Seorang miliyuner Amerika, Mark Shaffer mendeklarasikan keislamannya di Saudi Arabia pada hari Sabtu 17 Oktober 2009 yang lalu. Saat itu Mark sedang berwisata ke Saudi Arabia untuk mengunjungi beberapa kota terkenal seperti Riyadh, Abha dan Jeddah selama 10 hari.

Mark adalah seorang miliyuner terkenal dan pengacara kawakan di Los Angeles Amerika Serikat khususnya terkait hukum perdata. Kasus besar terakhir yang ditanganinya ialah terkait dengan penyanyi pop terkenal Amerika Michel Jackson sepekan sebelum ia meninggal.

Seorang guide wisata yang menemani Mark selama 10 hari di Saudi, Dhawi Ben Nashir menceritakan : Sejak menginjakkan kakinya pertama kali di Saudi Mark mulai bertanya tentang Islam dan shalat. Sesampai di Saudi, Mark menginap di kota Riyadh selama dua hari. Selama di Riyadh Mark sangat concern pada Islam. Setelah itu kami pindah ke kota Najran, terus ke Abha dan Al-Ula. Di sana terlihat sekali ketertarikannya pada Islam, Khususnya saat kami keluar berwisata ke padang pasir. Mark kaget saat meilahat tiga pemuda Saudi yang mendampingi kami di Al-Ula, karena mereka shalat di atas bentangan padang pasir yang amat luas. Sungguh sebuah pemandangan yang sangat menakjubkan. Baca entri selengkapnya »





Siapa Murabbi Itu ???

3 11 2009

halaqahAl-murabbi al-muslim adalah orang yang menurut syar’i/agama berkewajiban melakukan tugas tarbiyah Islamiyah. Manusia pertama dalam Islam yang bekerja sebagai al-murabbi adalah Rasulullah Muhammad SAW. Firman Allah, “Dia-lahyang mengutus kepada kaum yang buta buruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan kepada mereka Kitab dan Hikmah (as-Sunnah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata”. (QS. 62:2).Rasulullah menjalankan tugas tarbiyyah sejak diangkat menjadi Rasul utusan Allah, sampai ia dipanggil ke sisi-Nya.

Pada kenyataannya kegiatan tarbiyah adalah profesi para Rasul utusan Allah seluruhnya, untuk tugas tarbiyah inilah Allah utus mereka. Dari itulah maka tidak seorangpun dari para Rasul itu kecuali menyerukan, mengajak dan membina kaumnya untuk hidup dalam kebenaran hidayah Allah, beribadah hanya menyembah Allah, terlepas dari semua pengaruh kekuatan apapun selain Allah. Firman Allah, “Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “.Sembahlah Allab (saja), dan jauhilah thaghut itu…” (QS. 16:36).

Para Rasul utusan Allah kesemuanya adalah para murabbi yang telah Allah tunjuk untuk membawa risalah agar disampaikan kepada kaumnya. Bagi ummat Islam, tugas tarbiyah itu tidak hanya terhenti pada Rasulullah SAW, akan tetapi ummatnya memiliki peran tarbawiyah sebagai pelanjut tugas risalah al-khalidah. Allah SWT menggambarkan kehidupan orang beriman,”Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf dan mencegah dari yang munka,.” (QS. 9:71)

Tugas tarbiyah menjadi tugas setiap orang beriman dalam kehidupan dunia ini. Dalam dunia pendidikan tugas men-tarbiyah itu menyebar dalam tiga macam ranah pendidikan, yaitu :
1. Keluarga, secara kodrati setiap orang tua berkewajiban men-tarbiyah anak-anaknya.
2. Sekolah, sebagai institusi yang dibuat secara profesional untuk melakukan peran tarbiyah yang menjadi tanggung-jawab orang tua.
3. Masyarakat, sebagai ruang gerak setiap anak untuk mengaktualisasikan diri, berkembang, berpengaruh dan dipengaruhi orang lain. Rasulullah bersabda :
Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan diminta pertanggungjawaban tentang orang yang dipimpin. Imam bertanggungjawab akan rakyatnya, seorang suami adalah pemimpin rumah tangga dan bertanggung-jawab akan orang-orang yang dipimpinnya, seorang istri adalah pemimpin di rumah suaminya dan bertanggung-jawab akan rakyatnya, khadim/pelayan adalah pemimpin terhadap harta tuannya dan bertanggung-jawab tentang apa yang ia kelola, setiap kalian adalah pemimpin dan akan diminta pertanggung-jawaban akan kepemimpinannya”. (Hadits Muttafaq alaih dari Ibnu  Umar).

Dengan demikian tugas tarbuyah menjadi tanggung jawab setiap muslim laki-laki dan wanita, setiap orang dewasa (baligh) dan ummat ini  seluruhnya memiliki kewajiban mentarbiyah, tidak hanya terbatas pada ulama, atau tokoh agama saja. Hanya saja para ulama itu memiliki kewajiban khusus dalam menjelaskan rincian ajaran-ajaran agama secara jelas. Kewajiban itu disesuaikan dengan status dan kemampuan masing-masing orang. Ulama memiliki kewajiban pendidikan yang lebih besar porsinya daripada kewajiban orang awam, penguasa lebih besar porsi kewajibannya daripada rakyat biasa. Allah SWT mengecam para ahli kitab yang tidak mau menyebarkan ilmu yang diketahuinya. Firman Allah,  ”Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan (yang jelas) dan petunjuk, setelah Kami menerangkan kepada manusia dalam Al-Kitab, mereka itu dila’nati Allah dan dila’nati pula oleh semua makhluk yang dapat melaknati” (QS. 2:179)

Para penguasa memiliki kewajiban dalam penegakan ajaran agama Allah karena kekuasaannya. Firman Allah, “yaitu orang-orang yang, jika Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi, niscaya mereka mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, menyuruh berbuat yang ma’ruf dan mencegah dari perbuatan munkar; dan kepada Allah-lah kembali segala urusan” (QS. 22 : 41)

Kewajiban melakukan tugas tarbiyah ini tidak terbatasi waktu maupun keadaan, seperti shalat maupun shiyam, akan tetapi tugas tarbiyah adalah tugas setiap zaman dan ruang. Allah SWT menerangkan tentang kegigihan Nabi Nuh AS dalam mengajak kaumnya. Nuh berkata,“ya Tuhanku sesungguhnya aku telah merayeru kaumku malam dan siang,… kemudian sesungguhnya aku telah menyeru mereka (untuk beriman) dengan cara terang-terangan, kemudian sesungguhnya aku menyeru mereka lagi dengan terang-terangan dan dengan diam-diam”. (QS. 71 : 5, 8, 9)

Begitu juga Nabi Muhammad SAW menyeru kaumnya siang dan malam, diam-diam dan terang-terangan, tidak ada yang menyibukkannya kecuali membina dan mengajak kaumnya ke jalan Allah, Nabi Yusuf AS tetap melakukan tugas da’wah dan pembinaan ummat meskipun ia berada dalam penjara. Allah SWT menerangkan kegiatan Nabi Yusuf , “Hai kedua penghuni penjara, manakah yang baik, Tuhan-tuhan yang bermacam-macam itu ataukah Allah Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa? Kamu tidak menyembah yang selain Allah kecuali hanya menyembah nama-nama yang kamu dan nenek moyangmu membuat-buatnya. Allah tidak menurunkan suatu keteranganpun tentang  nama-nama itu. Keputusan itu hanyalah kepunyaan Allah. Dia telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia. Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” (QS. 12 : 39-40)

Kewajiban murabbi adalah mentarbiyah dengan baik dan benar. Seorang murabbi hanya bertanggung jawab akan proses pendidikan yang dilangsungkan. Dalam kaidah agama terdapat rumusan: Pertama, bahwa setiap orang tidak bertanggung jawab atas perbuatan orang lain, ia hanya bertanggung jawab atas perbuatan yang dia lakukan sendiri, dan melakukan perbuatan yang berhubungan dengan orang lain, seperti amar ma’ruf nahi munkar, menyerukan kebaikan, dsb. Kedua, sambutan penerimaan didikan, petunjuk dan kebenaran ada di tangan Allah (QS. 2: 272).

Di sinilah tugas tarbiyah menjadi tugas sepanjang hayat, meskipun tidak mendapatkan pengikut yang diharapkan. Dan di sinilah para Rasul memerankan tugas risalahnya meskipun ditolak oleh kaumnya. Seseorang tidak dibenarkan berhenti dari tugas pendidikan dengan alasan bahwa yang dia sampaikan tidak lagi mendapat sambutan. Wallahu’alam

 

 

from :beranda.blogsome.com





Kedengkian Zionis

3 11 2009

yahudi-zionisSuatu saat Hertzel (pendiri Zionis internasional) berkata, “Jika kita berhasil menguasai Al-Quds dan saya masih hidup serta bisa berdiri, maka saya akan hapuskan semua yang tidak dianggap suci oleh Yahudi di Al-Quds. Aku akan hancurkan semua bangunan bersejarah, walau telah berumur ratusan tahun lalu itu”. Inilah upaya yang dilakukan Zionis terhadap Al-Quds dengan menghilangkan indentitasnya dan berupaya meyahudikanya.

Dalam kecaman kita terhadap pernyataan Hertzel ini terkait dengan perkembangan terakhir Al-Quds saat ini, membuat kita tak terlalu membenci secara mutlak ajakan sejumlah organisasi Zionis untuk membangaun Harhabit, altar penyembahan di atas reruntuhan Masjid Al-Aqsha dan Al-Haram Al-Quds.

Dia adalah pengikut organisasi “Penghancur Al-Aqsha” yang didirikan di Israel sejak penjajahan Al-Quds tahun 1967. Organisasi ini merupakan underbow dari sejumlah organisasi yang berpaham dan bertujuan zending. Sebab pada dasarnya semua keagamaan Zionis bertujuan sama yaitu membangun Israel Raya dengan menggabungkan Tepi Barat serta Jalur Gaza sebagai bagian dari kerajaan Israel. Disamping pembangunan Haikal di areal Al-Haram Al-Quds, tempat dimana Masjid Al-Aqsha berdiri. Paham seperti ini juga banyak disosialisasikan di antara warga keagamaan Israel, bersinergi dengan gerakan Zionis dan bersamaan dengan perluasan permukiman Israel yang ditunjang dengan kepentingan ekonomi serta politik.

Organiasai Ghosh Emunem misalnya sebagai golongan “beriman” Zionis yang paling dulu ada di Israel, sekitar tahun 1974 menyusul kekhawatiran Israel pada perang pembebasan tahun 1973 yang mengakibatkan kerugian jiwa dan mental yang tak sedikit.  Salah satu tujuan dari organisasi ini adalah melaksanakan kegiatan perluasan permukiman di wilayah Palestina dan memaksa pemerintah Israel agar tidak melepaskan satu jengkal tanahpun dari wilayah jajahan. Mereka melakukan kegiatan ini dengan kekerasan disamping menghimpun sejumlah besar kalangan Israel untuk tujuan tersebut.

Dalam pelaksanaannya, mereka mengumpul dana dan mempersiapkan sekelompok orang bersenjata yang loyal untuk melaksanakan operasi pembunuhan terhadap tokoh-tokoh Palestina dan pemimpin perlawanan.

Diantara faktor pendorong berdirinya golongan ini sebagaimana diungkapkan, Yezhar Beir (pengamat politik Israel) dalam penelitianya tahun 2000 dengan judul “Realitas Bahaya atas pembangunan Haikal” dari sejumlah kelompok agamawan Zionis adalah :

Pertama : Kekhawatiran bangsa Israel kalau al-Haram Al-Qudsy dan tempat suci ummat Islam dikuasai kembali oleh pemerintah Palestina.

Kedua : Meningkatnya campur tangan dari sejumlah kelompok radikal Yahudi yang mendukung pembangunan Haikal di atas Masjid Al-Aqsha.

Kemudian DR, Tahsin Halabi (peneliti spesialis bidang Israel) dalam kajianya yang diterbitkan Institution Al-Quds International menyebutkan, sebanyak 18 organisasi Zionis menyerukan untuk membangun haikal, setelah organisasi Ghaos Emunem dibubarkan dan dihilangkan eksistensinya secara resmi, di awal tahun Sembilan puluhan. Kemudian para pemimpinmya diangkat menjadi pemimpin di organisasi Zionis radikal. Seperti,

1.      Organisasi Meir Kahane yang menyerukan pendirian Israel Raya

2.      Organization Majon Hammeikdash, atau Institut Haikal Suci.

3.      Haywabak atau Hai Mikayam, gerakan pembaruan dan kebangkitan kerajaan Israel.

4.      Organisasi yang percaya pada Haikal.

5.      Gerakan pembentukan Haikal

6.      Kelompok Jabal Hamor yang tergabung di dalamnya sejumlah akademisi dan rabi Yahudi.

7.      Women’s Group Haikal yang bertugas mengumpulkan emas, perhiasan dan batu-batu berharga untuk ditempatkan di Haikal

8.      Gerakan “Mari kita mulai dengan tangan kita”

9.      Training para normal (Mcmarott Hakotem). Mereka mempersiapkan diri untuk menjadi imam di Haikal.

10. Kelompok pengadilan rabinis haikal, yang merupakan otoritas yudisial tertinggi

11. Georizim Foram, organisasi pemukiman AL-Quds Arab.

12. Organisasi Para Normal (School of Biblical seminari)

13. Organisasi Beit Orot (Beit Al-Anwar).

14. Organisasi Ailied (untuk persiapan Kota Daud di Al-Quds).

15. Organisasi Loshana untuk mengusir bangsa Arab dari Al-Quds dan membuat permukiman di atasnya.

16. Organisasi Kembalinya anak-anak Yahudi yang mengkonsentrasikan pemindahan para Mafia dan penjahat terorganisir untuk memerangi bangsa Arab.

17. Gerakan paham Yahudi yang menyerukan pengusiran bangsa Arab dari kota Al-Quds.

18. Organisasi Shuhari Haikal yang berupaya membangun Haikal dan berusaha menyatukan semua organisasi yahudi.

Pada Pebruari 1990, sejumlah anggota organisasi yahudi yang berjumlah 60 orang untuk pertama kalinya berkumpul. Dan pada tahun 1997 sejumlah anggota konferensi organisasi-organisai persatuan dengan slogan menjaring 1000 anggota. Pada Desember 1999 anggota konferensi organisasi ini menggelar aksi bersama yang diikuti 4000 anggota. Pada tahun 2000 mereka berhasul mengumpulkan masa sebanyak 50.000 orang yang menyerukan pembangunan Haikal dan menghancurkan Al-Aqsha.

Dari sini kita paham, betapa berbahayanya organisasi ini, berikut kegiatan dan cabang-cabangnya di berbagai negeri plus situs internet dan bahasa yang digunakanya untuk menyebarkan paham dan tujuanya.

Seorang yahudi bernama Yehuda Atsbion di NewsHour pada 30/9/1996 mengatakan, saat ini saya tidak dapat menentukan waktu yang tepat untuk menghancurkan masjid ini (Al-Aqsha). Tetapi aku yakin bahwa peristiwa ini akan terjadi sebagaimana aku yakin aku seorang yahudi. Kemungkinan bangsa Arab akan meratapi dan menangis saat masjid tersebut dihancurkan. Namun aku tak yakin bila hancurnya AL-Aqsha akan menyebabkan perang nukli

Senada dengan Salomon Giroshon kepala penjaga Haikal di Candi Maonst Gerozlim pada 24/7/2007. Ia mengatakan pada sejumlah rabi Israel dan pemerintahnya saat itu agar melarang kaum muslimin shalat di dalam Masjid Al-Aqsha, agar bangsa Yahudi dapat melakukan ritual ibadah yahudi yang akan dibangun di dalamnya. Ia mengingatkan perdamaian tidak akan terwujud selama Masjid Al-Aqsha masih berdiri tegak ?? !!.

Selain itu, Mushe Veglen, ketua gerakan Yahudi di partai Likud pesaing Netanyahu mengatakan, “Tujuan akhir dari Israel adalah membangkitkan Haikal kembali. Dan ini tidak mungkin kecuali dengan mengembalikan bangunan Haikal yang dirampas bangsa Arab ke tempat semula dimana sekarang berdiri Masjid AL-Aqsha. Tentu upaya ini harus dilaksanakan dengan tangan besi”.

Akan tetapi, Ehud Olmert, mantan perdana menteri Israel saat itu, punya kesempatan yang tepat untuk menegaskan politik yang diusung Sharon, ketika ia mengumumkan pada 0/10/2007 Israel tidak akan menyerahkan otoritasnya atas wilayah Haikal.

Saat ini, Benyamin Netanyahu dan pemerintahan radikalnya kembali membangun sikap ini. Oleh karena itu, apa yang terjadi terhadap Al-Aqsha selama ini, tidak mungkin dipahami kecuali dengan memahami frame ini. Bagaimana tidak ? Benyamin Netanyahu misalnya saat pelantikannya sebagai perdana menteri telah menanda tangani perjanjian dengan gerakan Yehuda Atsbion yang menyetujui pembangunan Haikal di atas reruntuhan Al-Aqsha.

Pertanyaannya sekarang adalah mana bangsa Arab dan kaum muslimin ditingkat resmi maupun sipil terhadap kiblat pertama ummat ini ??.

 

 

from: infopalestina.com








Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.